Budaya
Reog Cemandi adalah kesenian asli Sidoarjo. Reog ini hanya terdapat di Desa Cemandi Kecamatan Sedati . Kesenian ini mulai muncul tahun 1922. Reog Cemandi berbeda dengan Reog Ponorogo. Tidak ada warok, topengnya pun tidak dihiasi bulu merak . Irama musik yang dimainkan pun cukup sederhana hanya memainkan angklung dan kendang kecil mengikuti irama. Jumlah pemain Reog Cemandi sekitar 11 orang. Dua penari yang memakai topeng Barongan Lanang (laki-laki) dan Barongan Wadon (perempuan), enam penabuh gendang, dan tiga pemain angklung. Pemain bertopeng ini membawa properti celurit yang dibawakan sambil menari. Kesenian ini biasanya digunakan untuk bersih desa dan acara kabupaten.
Makanan
Di suatu daerah pasti memiliki makanan khas tersendiri bagi penduduknya. Di sidoarjo pun begitu, terdapat olahan makanan yang khas sekali dan biasa dijadikan oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Sidoarjo. Salah satunya adalah bandeng asap dan kerupuk udang.
Bandeng asap merupakan olahan khas Sidoarjo yaitu ikan bandeng yang diolah dengan cara diasap. Pengasapan bertujuan untuk membuat awet bandeng tetap awet sehingga bisa tahan selama beberapa hari. Biasanya setelah diasap akan dibungkus dengan boks beserta sambalnya.
- Bandeng Asap Khas Sidoarjo
Kerupuk udang merupakan olahan laut khas Sidoarjo lainnya. Kerupuk udang adalah olahan kerupuk dengan bahan dasar yang berbeda yaitu udang rebon. Rasanya yang gurih dan khas membuat kerupuk udang ini menjadi salah satu oleh-oleh yang tidak boleh dilewatkan bila berkunjung ke sidoarjo.
Ciri Khas
Yang khas di Sidoarjo ini adalah patung ikan dan udang yang bertebaran di daerah Sidoarjo. Mengapa demikian?. Sidoarjo memang terkenal dengan penghasil udang dan ikan (terutama bandeng) karena sisi timur dari kota Sidoarjo terdapat Selat Madura sebagai tempat penghasil ikan dan udangnya.




Bagaimana Reog Cemandi, kesenian asli Sidoarjo, membedakan diri dari Reog Ponorogo dalam aspek pementasan dan propertinya?
BalasHapusVisit us Telkom University